Situs song gupuh adalah salah satu gua paying hunian
yang terletak di Dusun pule, Desa Bama,
Kecamatan Punung,
Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Song gupuh merupakan gua payung yang letak geografisnya berada pada posisi 4°11́́ 22 ̋ Bujur Timur dan 8°10́ 49 ̋ Lintang Selatan.
Berdasarkan penelitian awal yang di lakukan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional bekerjasama dengan Dhepartment of
Anthoropologhy , Auckland University, situs song gupuh memiliki peninggalan
yang secara tekno-morfoligis dapat di kategorikan sebagai peninggalan budaya neolitik.
Ini seperti terlihat dari penemuan
yang ada pada song gupuh yang berupa calon beliung
(plank), serpih - serpih batu
(chips), fragmen beliung dan fragmen gerabah yang berasosiasi dengan fragmen tulang binatang & kulit kerang yang di duga merupakan sisa makanan penghuni
song gupuh.
Keragaman sisa - sisa aktivitas penghuni situs
song gupuh, baik itu berupa ekofak atau artefak,
antara lain dapat di jelaskan bahwa serpih batu
(chips) paling banyak di temukan atau dominan yang terbuat dari bahan batuan rijang
(cherst) beberapa di antaranya masih terdapat kulit batu pada permukaannya. Seluruh serpih
yang di temukan berjumlah
5.102 buah yang terbagi 448 serpih dengan kulit batu
(terdiri atas 82 serpih kecil, 286 serpih sedang, dan 80 serpih besar) dan 4.564 serpih tanpa kulitbatu
(terdiri atas 2.721 serpih kecil, 1.778 serpih sedang, 115 serpih besar). Itulah beberapa jumlah temuan pada situs song gupuh ini.
Situs song gupuh ini merupakan suatu contoh gua
pemukiman, untuk menentukan ekskavasi situs ini menggunakan sistem “GRADE” atau
ekskavasi dengan mengambil sebuah bagian gua dengan membentuk kotak yang
kedalamannya telah di tentukan biasanya berukuran 1mx1m. Setiap kedalaman 10cm
di lakukan pengayakan pada lapisan tanah tersebut untuk mengetahui ada tidaknya
fosil dalam lapisan itu sehingga dapat di ketahui titik mana yang di jadikan
tempat pemukiman. situs ini memiliki kesamaan dengan situs Gua Lawa di
(sampung) Ponorogo. Selain di temukan alat serpih yang begitu banyak situs ini
juga di temukan moluska merin atau kerang laut yang merupakan biota laut yang
bisa di jadikan perhiasan yang kemudian di sebut denga artefak, tapi moluska
merin yang masih menempel pada dinding gua di sebut lingkungan hayati, dari
sini dapat di simpulkan bahwa situs Song Gupuh ini adalah kjokkenmoddinger yang
mengalami pengangkatan karena tenagaendogen dari dalam bumi.