Setelah seharian penuh kita meluangkan waktu untuk dunia, kini saatnya pada malam hari disaat semua orang terlelap tidur, raihlah kedekatan dengan Allah SWT, raih rezeki langsung dari Allah, lakukan dengan ikhlas semoga mendapat balasan yang baik . . . . .
1. Banyak Memohon Ampun
“Maka aku (Nabi Nuh) katakan kepada mereka:
“Mohonlah ampunlah kepada Rabb kalian, -sesungguhnya Dia adalah Maha
Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat (melimpah
ruah membawa kebaikan), dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan
untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai
(yang penuh dengan kebaikan dan manfaat).”
(Nuh 10 – 12)
“Dan (Nabi Hud berkata): “Hai kaumku, mohonlah
ampun kepada Rabb-mu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan menurunkan
hujan yang sangat deras (yang membawa kebaikan) atasmu, dan Dia akan
menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu (yang sudah kalian miliki), dan
janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”
(Huud : 52)
Imam Al-Hasan Al-Bashri pernah mendapat
pengaduan bahwa manusia ditimpa kelaparan dan beliau memberikan solusi untuk
memohon ampun kepada Allah. Begitu juga permasalahan lain yang menimpa manusia
seperti kemiskinan dan kurangnya keturunan. Saat beliau ditanya kenapa
melakukannya, maka beliau membawakan ayat di atas.
2. Menjaga diri di atas
ketakwaan
Pengertian takwa adalah mengerjakan segala
perintah Allah sesuai dengan yang diperintahkan dengan mengharap pahala, serta
menjauhi larangan Allah yang telah ditentukan karena takut akan adzab-Nya.
Karena dengan ketakwaan inilah seseorang akan dijamin riskinya oleh Allah.
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia
akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang
tiada disangka-sangkanya.” (Ath
Thalaaq : 2-3)
Sebagian ulama mengatakan bahwa dengan ketakwaan
seseorang tidak akan menjadi faqir. Karena Allah akan memberinya kecukupan baik
dari sisi dhahir (lahir) ataupun kecukupan yang lebih besar dari sisi bathin
tatkala seseorang bertakwa dengan sebenar-benar ketakwaan. Inilah hakikat dari
makna kecukupan, yaitu seseorang akan merasa tenang dengan yang sedikit dan
merasa lebih dengan apa yang dianggap kurang oleh manusia.
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa
Rasulullah bersabda, “Bukanlah
kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tapi kekayaan adalah yang ada di
hati” (HR. Bukhari Muslim)
3. Bertawakal kepada Allah
Diriwayatkan dari sahabat Umar bin Khaththab
bahwa Rasulullah bersabda, “Andaikata kalian bertawakal kepada Allah dengan
sebenar-benar tawakal, sungguh kalian akan Kami beri rizki sebagaimana burung
diberi rizki. Di pagi hari keluar dalam keadaan perut kosong dan kembali dalam
keadaan kenyang.” (HR Ahmad)
Rasulullah memberikan contoh tawakal dengan
burung karena burung tersebut tidak memiliki simpanan makanan. Akan tetapi
walaupun dengan kondisi yang demikian, dia di pagi hari keluar mencari riski
dalam keadaan perut kosong dan di sore harinya sudah kenyang. Dan burung
tersebut tidak hanya berdiam diri di sarangnya, akan tetapi keluar mencari
rizki.
Rukun (syarat) agar sikap tawakal terwujud
secara nyata/benar :
- Menyerahkan urusannya kepada Allah
- Menjalani sebab-sebab untuk mencapai tujuan tersebut
- Meyakini apabila kenikmatan tersebut datang semuanya adalah semata dari Allah
Contoh: Seseorang yang sakit menyerahkan urusan
sakitnya kepada Allah, akan tetapi dia tetap berobat, berusaha menyembuhkan
penyakitnya. Akan tetapi setelah sembuh dia harus mengatakan bahwa
kesembuhannya merupakan karunia dari Allah.
4. Menyibukkan diri dengan
ibadah
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa
Rasulullah mengabarkan bahwa Allah berfirman dalam hadits Qudsi, “Wahai Hamba-hambaku, hendaknya
kalian memenuhi waktu (konsentrasi) dengan ibadah, kalau kalian melakukannya
Aku akan memenuhi dada kalian dengan kekayaan, dan Aku akan menutupi kefakiran
kalian. Kalau kalian tidak melakukannya, Aku akan memenuhi dada kalian dengan
kesibukan dan Aku tidak akan menutup kefakiran kalian.”
Maka hendaknya seorang hamba menyibukkan dirinya
dengan ibadah dan tetap berusaha mencari rizkinya. Karena dengan berkonsentrasi
terhadap ibadah inilah yang akan mempermudah seseorang dalam mencari rizki.
5. Mensyukuri nikmat-Nya
Allah berfirman,
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan;
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,
dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
(Ibrahim : 7)
Rukun untuk mensyukuri kenikmatan :
- Memuji Allah dengan lisannya
- Mengakui dalam hati bahwa semua nikmat tersebut datang dari-Nya. Apapun kenikmatan yang datang kepada kalian maka itu datangnya dari Allah (An-Nisaa : 79)
- Menggunakan kenikmatan tersebut dalam ketaatan
6. Istiqomah diatas agama
Allah berfirman,
“Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus
di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada
mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” (Al-Jin : 16)
7. Menyambung ibadah haji dan
umrah
Rasulullah bersabda, “Terus-meneruslah kalian
menyambung antara pelaksanaan haji dan umrah, sebab kedua ibadah ini
menggugurkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana api menggugurkan karat di
besi”.
8. Menyambung silaturahmi
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik bahwa
Rasulullah bersabda, “Barang
siapa yang senang Allah luaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya
dia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari Muslim)
9. Berinfaq dengan pemberian
dari Allah
Allah berfirman dalam hadits Qudsi, “Wahai anak adam berinfaklah,
maka aku akan berinfaq kepadamu”
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa
Rasulullah bersabda, “Tidak
ada satu haripun yang berlalu kecuali ada dua malaikat yang turun, satu
malaikat berkata, Ya Allah, berilah kepada orang yang berinfak di hari ini
ganti untuknya. Dan malaikat yang lainnya berkata, Ya Allah berikanlah kerugian
kepada orang yang tidak berinfak di hari ini.” (HR. Bukhari Muslim)
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya
shodaqoh itu tidak pernah mengurangi harta.” (HR. Bukhari Muslim)
Allah berfirman, “Apapun yang kalian infaqkan dari sesuatu, maka Dialah
yang akan menggantinya, dan Dialah sebaik-baik pemberi rizki.” (Saba’ :
39)
10. Berinfaq kepada penuntut
ilmu
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik bahwa
datang seorang lelaki kepada Rasulullah mengadukan saudaranya yang belajar
kepada Rasulullah dan tidak bekerja, maka dijawab oleh Nabi, “Barangkali kamu mendapat rizki
dikarenakan saudaramu.” (HR. Imam Ahmad)
Keberadaan penuntut ilmu ditekankan dalam
syariat, karena dengan mereka umat Islam akan mendapatkan manfaat yang sangat
banyak.
11. Berbuat baik kepada
orang-orang yang lemah
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik bahwa
Rasulullah bersabda, “Tidaklah
kalian itu mendapatkan rizki dan mendapatkan pertolongan kecuali kalau kalian
berbuat baik terhadap orang-orang yang lemah diantara kalian.” (HR. Imam
Bukhari)
12. Menjaga shalat lima waktu
Diantara cara menjaga shalat lima waktu :
- Melakukannya di awal waktu yang utama
- Apabila laki-laki maka wajin shalat berjamaah di masjid
- Apabila seorang kepala keluarga maka memerintahkan anggota keluarganya untuk mengerjakan shalat
Allah berfirman,
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk
mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta
rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepada kalian. Dan akibat (yang
baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (Thaahaa : 132)
Ibnu Katsir menafsirkan ayat di atas bahwa
apabila seseorang memerintahkan keluarganya untuk mengerjakan shalat dan
bersabar terhadapnya, maka dia akan dikaruniakan rizky dari arah yang tidak
pernah dia sangka.
SUMBER : Kunci-kunci Rizki, Khutbah Jumat oleh Al Ustadz
Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi
No comments:
Post a Comment