Tuesday, October 25, 2022

MENGGANDENG CABDIN, MENUJU JOMBANG BANGKIT, BERSAMA WUJUDKAN MERDEKA BELAJAR

Cabdin Jombang
Dari kiri : Penulis bersama Bu Eni Jamilah, M. Pd. (Kepala SMA Islam Sunan Ampel), dan Bu Dra. Asijah, M. IP. (Kasi SMA CabDin Jombang)



Alhamdulillah wa syukurillah, dipertemukan dengan lingkungan yang baik dan orang-orang yang mendukung kegiatan pembaTIK ini. Salah satunya adalah Bu Eni (Kepala SMAISA), beliau mengaku senang dan berterima kasih karena telah membantu "mengangkat derajat SMAISA", begitu ujar beliau. Sekilas tentang SMAISA (SMA Islam Sunan Ampel) adalah sekolah kecil yang berdiri pada 2014, sekolah ini berada di lingkungan pondok Seblak, Jombang. Bagi pembaca yang mengetahui selayang pandang tentang Pondok Seblak dan KH. Mahfudz Anwar pasti tidak asing lagi mendengarnya. Pondok Seblak memiliki tokoh falak yang mendunia, perhitungan beliau diakui PBNU bahkan kitab-kitab karangannya dijadikan kitab rujukan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.Tidak lain beliau adalah KH Ma'shum Ali (Mertua KH Mahfudz Anwar).
Menjadi kebanggaan sendiri karena hidup di lingkungan pondok yang dapat memberikan kontribusi pada Negara Indonesia. Nah... sebenarnya dari sini, SMAISA memiliki nilai lebih, nilai jual di hadapan masyarakat. Akan tetapi, dari awal berdirinya SMAISA untuk kaum menengah ke bawah (dhuafa), kemungkinan peserta didik yang hendak bersekolah di SMAISA mungurungkan niatnya karena dari segi infrastruktur kurang mendukung. Hingga tahun ajaran 2022-2023, jumlah peserta didik yang mendaftar di SMAISA hanya 10 siswa.
Berdasarkan cerita penulis diatas, mungkin dari situlah kemudian bu Kepala Sekolah menyebut saya bisa mengengkat derajat SMAISA.😅 Bu Eni sangat mendukung kegiatan PembaTIK dan mengaku senang jika ada guru yang melakukan inovasi untuk pemeblajaran digital, atau sebagainya.
Hari itu, Selasa 25 Oktober 2022, saya dan bu Eni meluncur ke Cabang Dinas Kab. Jombng. Saya bertemu dengan Dra Asijah, M. IP beliau mengatakan bahwa ini adalah capaian yang hebat. Di sisi lain Jombang masih tergolong minim pemanfaatan layanan Pusdatin terutama seperti Platform Merdeka Mengajar, Rumah Belajar..... Dalam kesempatan ini, saya menyampaikan bahwa tahun 2022, peserta yang lolos di babak 30 besar PembaTIK Jatim dan berasal dari Jombang adalah saya seorang. Oleh karena itu Bu Asijah menaruh harapan untuk Jombang bisa bangkit. Dan saya yakin, saya pasti bisa menggandeng teman-teman pengajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan portal Rumah Belajar yang fiturnya dapat ditentukan sesuai dengan kebutuhan guru. 
Guru tidak akan tergantikan oleh teknologi, tetapi guru yang enggan belajar TIK maka akan digantikan oleh kecanggihan IT.


SalamRumahBelajar! 💪😊

#PembaTIK
#PembaTIK2022
#PembaTIKLevel4
#rumahbelajar
#PusdatinKemendikbudristek
 

No comments:

Post a Comment